Subscribe Us

 

TERAPI BEKAM TERHADAP SKALA NYERI PASIEN MIGRAIN


ABU AULIA
Latar Belakang: Migrain adalah salah satu bentuk dari gangguan nyeri kepala primer. Gejala migrain biasanya ditandai dengan serangan sakit kepala hebat yang periodik dan berulang. 
Harga obat yang tergolong mahal dan tingginya angka kejadian efek samping obat, menjadikan terapi non farmakologis sebagai alternatif pengobatan migrain. 
Salah satu terapi tersebut adalah terapi bekam. 

Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap skala nyeri pasien migrain di Rumah Sehat Ibnu Sina Palembang.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. 
Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang dilakukan terapi bekam di Rumah Sehat Ibnu Sina Palembang yang berjumlah 30 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 6-25 September 2021. 

Hasil: Rata-rata skala nyeri sebelum terapi bekam adalah 4,53, setelah t.erapi bekam rata-rata skala nyeri adalah 3,43. 
Hasil uji statistik dengan menggunakan wilcoxon test didapatkan p-value = 0,000 yang berarti ada pengaruh terapi bekam terhadap skala nyeri pasien migrain di Rumah Sehat Ibnu Sina Palembang. 

Saran: Diharapkan untuk dapat diberikan penyuluhan kesehatan terlebih dahulu kepada pasien yang akan melakukan terapi bekam agar pasien lebih memahami tentang manfaat dari terapi bekam.





REFERENCES

Aulina , S., Bintang , A. K., Jumraini, & Idrus, H. F. (2016). Modul Problem Based Learning Nyeri Kepala. Makassar: Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudin

Brunner & Suddarth. (2014). Buku Ajar Keperawatan Medika Bedah. Jakarta: EGC

Fahmi, M., Sugiharto, H., & Azhar, M. B. (2019). Pravelensi dan Faktor Risiko Nyeri Kepala Primer pada Residen di RSUP dr.
Mohammad Hosein Palembang. Sriwijaya Journal of Medicine, 128-135

Febri, M. A. (2015). Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Nyeri Kepala Tipe Tegang pada Dewasa Muda di Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi. 1-10

Fernandez-de-las-Peas. C., Chaitow.L & Schoenen.J. (2012). Mulyidiciplinary Management Of Migrain. Jones & Bartlett Learning: Burlington

Hidayati, H. B. (2019).
Bekam sebagai Terapi Alternatif Untuk Nyeri. 148-156

Ikawati, A. (2014). Tata Laksana Terapi Penyakit Sistem Syaraf Pusat. Yogyakarta: Bursa Ilmu .

Kharisma, Y. (2017). Tinjauan Umum Penyakit Nyeri Kepala.

Lubis, M. A. (2015). Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Nyeri Kepala Primer di Klinik Cempala Banda Aceh.

Mayangsari, H. (2019). Pengaruh Terapi Bekam Basah Terhadap Perubahan Skala Nyeri pada Pasien Migrain. 54-60

Notoadmojo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan (red av). Jakarta: Rineka Cipta

Nursalam. (2014). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pendekatan Praktis. Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika

PBI. (2018). Panduang Pengajaran Bekam Indonesia (PBI). Jakarta

Purwanto, E. D., Udaya, M., & HR, I. M. (2018). Pengaruh Terapi Bekam Basah Terhadap Perubahan Nyeri Punggung Pada Pekerja Berat (Petani). Nurshing Journal of STIKES Insan Cendekia Medika Jombang, 26-32

Ramananda, G. A., I, M. W., & I, P. A. (2014). Pengaruh Terapi Bekam Kering Terhadap Intensitas Nyeri Pasien dengan Low Back Pain di Praktik Perawat Latu Usadha Abiansemal Bandung

Sacco, S., Ricci, S., Degan, D., & Carolie, A. (2012). Migraine in Women: The Role of Hormones and Their Impact. Journal Headache Pain, 177-189

Sari, F. R., Salim, M. A., Ekayanti, F., & Subchi, I. (2018). Bekam sebagai Kedokteran Profetik dalam Tinjauan Hadis, Sejarah dan Kedokteran Berbasis Bukti. Depok: PT. Raja Grafindo Persada

Satyanegara. (2014). Ilmu Bedah Syaraf. Edisi V. Jakarta: Gramedia

Steiner, T. J. (2015). Headache Disorders Are Third Cause Of Disabililty Worlwide. The Journal of Headache and Pain, 2-3

Sugiyono. (2014). Metode Penelitoan Kuantitatif Kualitatif R&B. Bandung: Alfabeta

Umar, W. A. (2019). Bekam Medik Hijamah Dalah Perspektif Kedokteran Modern Prosedur Bekam Sayat Sesuai Standar Tindakan Medis. Sukoharjo: Thibbia